8 TANDA KE-ESA-AN ALLAH*

Posted: 9 Februari 2012 in Hikmah
Tag:, , , , , , , , , , , ,

Keagungan dan Kebesaran Allah“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. “

(QS. Al-Baqoroh : 164)

Dari ayat diatas Syaikh Nawawi[1] menafsirkan[2] bahwa ke-Esa-an Allah SWT di sebutkan ada delapan macam tanda yang dapat dijadikan sebagai dalil untuk menunujukkan atas keberadaan Allah SWT dan terbebasnya Allah dari adanya sekutu.

  1. 1.      Langit dan Bumi

Tingginya langit dan terangkatnya langit dengan tanpa tiang penyangga dan tali pengikat sebagai penopang, serta terlihatnya matahari, bulan dan bintang-bintang.

Tampak ratanya bumi dan terbentangnya bumi, dimana keberadaannya ada di atas air[3], serta gunung-gunung, lautan, tambang, mutiara, sungai, pepohonan, serta pelbagai macam buah yang tumbuh dan lestari di permukaan bumi.

  1. 2.      Malam dan Siang

Pergantian malam dan siang merupakan salah satu kekuasaan dan kebesaran Allah yang di ciptakan-Nya, serta datang dan perginya antara waktu siang dan malam. Perbedaan lama pendeknya serta bertambah dan berkurangnya waktu yang di miliki keduanya.

Teori ilmiah mengatakan bahwa orang yang berada di khatulistiwa selamanya akan menyaksikan panjang pendeknya siang malam yang hampir sama. Daerah yang berada di selatan khatulistiwa akan mengalami siang lebih panjang apabila matahari berada di sebelah selatan, tetapi akan mengalami siang lebih pendek apabila matahari berada di sebelah utara khatlistiwa. Demikian pula orang yang berada di sebelah utara khatulistiwa akan mengalami siang yang lebih panjang apabila matahari berada di sebelah selatan. Makin jauh suatu tempat baik ke utara maupun selatan khatulistiwa makin jauh pula perbedaan panjang pendek waktu antara malam dan siang. Bagi orang yang berada di kutub utara dan kutub selatan, dalam satu tahun ada masa malam yang terus menerus dan ada pula masa siang yang terus menerus. Pada masa siang terus menerus matahari selalu berada di atas cakrawala, selalu kelihatan tidak pernah masuk ke bawah kaki langit, sedangkan pada masa malam terus menerus, matahari selalu berada di bawah kaki langit, tidak pernah kelihatan dan tidak pernah melewati kaki langit ke atas.

  1. 3.      Perahu

Salah satu tanda dimana perahu dapat berjalan di atas permukaan air, tidak tenggelam walaupun dengan beban yang sangat berat. Kedua, dimanfaatkannya angin untuk menjalankan perahu, baik saat maju maupun mundur, serta ditundukkannya kerasnya lautan dengan gelombang yang sangat besar.[4] Tidak ada yang mampu menyelamatkan kecuali dengan kekuasaan Allah

  1. 4.      Mengendarai perahu untuk membawa barang dagangan

Andaikata Allah tidak menguatkan hati seseorang untuk tetap mengendarai perahu sebagai alat transportasi berdagang, niscaya tidak akan pernah didapatkan apa yang menjadi tujuan kebutuhan kita sebagai manusia dan apa saja yang bisa kita ambil manfaatnya[5]. Begitu pula Allah juga telah menjadikan setiap daerah dengan kekhususan dan ciri khas, dimana barang dagangan yang satu ada di daerah ini, akan tetapi tidak ada di daerah lainnya, hal ini menjadikannya sebab pula para pedagang untuk bersikeras untuk tetap berdagang dan menerjang bahaya badai samudera dalam perjalanan mengendarai perahu

  1. 5.      Turunnya hujan dari langit

Hujan yang telah di jadikan oleh Allah sebagai sebab akan hidupnya seluruh makhluk yang tersebar di bumi, baik manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Allah Swt juga menurunkan hujan saat di butuhkan oleh makhluk sesuai dengan ukuran dan takaran yang akan di ambil manfaatnya, baik saat Allah di minta untuk menurunkan hujan (sholat istisqo’) maupun di minta untuk menurunkan hujan di tempat yang satu tapi tidak di tempat yang lain.[6]

  1. 6.      Tersebarnya hewan yang ada di bumi

Asal-usul jenis manusia yang tersebar di muka bumi ini bermula dari satu manusia yakni Nabi Adam AS, dimana ras, bangsa, warna kulit, bahasa, sifat, sikap, dan watak memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tidak ada yang sama antara satu dengan yang lain, walaupun ada yang kembar, serupa dalam wajah dan lain sebagainya, tetaplah pasti ada yang membedakan dan menjadikannya ciri. Demikian pula dengan hewan yang  di samakan (Qiyas) dengan manusia, bermula dari satu.

  1. 7.      Angin

Angin merupakan unsur yang sangat lembut, tak dapat kita pegang dan tak dapat terlihat oleh mata. Akan tetapi dengan angin, dapat menumbangkan pepohonan, merobohkan bangunan, serta meniupkan angin dan menjadikannya badai di lautan, semuanya bisa kita lihat kenyataannya. Demikian pula, angin dimanfaatkan untuk keberlangsungan hidup tumbuh-tumbuhan, hanya dengan dimanfaatkannya angin untuk berkembang biak, tumbuh-tumbuhan akan dapat hidup dengan baik serta pelbagai macam angin dengan karakteristiknya memiliki kemanfaatan yang berbeda pula.[7]

  1. 8.      Mendung

Keberadaan mendung juga yang menjadikan salah satu sebab ada dan turunnya hujan. Secara ilmiah, Para pakar observation telah membagi awan kepada banyak macam berdasarkan ketinggian dasar (cloud base) nya, atapnya dan berdasarkan cara pembentukannya. Salah satu awan tersebuat adalah apa yang dinamakan awan tebal (cumulus clouds), yaitu satu-satunya awan yang terkadang berkembang dengan izin Allah menjadi apa yang disebut dengan awan tebal mengandung hujan (cumulus rain clouds). Ia adalah satu-satunya macam awan yang terkadang diiringi dengan embun (es), kilat dan guruh. Awan macam ini keistimewaannya memiliki atap yang besar, terkadang mencapai lebih dari 15 kilometer menyerupai gunung[8]. Keberadaan awan yang tak bertiang sebagai penyangga dan penyandar, serta tak ada pula tali untuk pengikatnya berada menggantung di antara bumi dan langit, hal ini merupakan kebesaran dan kekuasaan Allah yang terkhir yang di sebutkan dalam Al-Quran melalui tafsir Syaikh Nawawi ini. Menurut Al-Qodli Zakariya berpendapat dan menyebutkan bahwa awan merupakan pepohonan yang berbuah di dalam surga sedangkan hujan adalah dari lautan yang berada di bawah ‘Arsy.

*di terjemah bebas oleh Muhammad Hisyam Nuri, mohon akan koreksiannya

[1] Muhammad bin Umar Nawawi Al-Jawi Al-Bantani, seorang ahli tafsir, sufi dan salah satu ahli fiqh di kalangan Syafi’iyyah. Hijroh ke Makkah al-Mukarromah kemudian wafat pada tahun 1316 H di Arofah timur.

[2] Dalam kitab tafsir quran Maroh Labid Li Kasyfi Ma’na Al-Quran Al- Majid :  juz 1

[3] Penulis berpandangan bahwa Syaikh Nawawi memiliki anggapan bahwa bumi merupakan unsur yang penuh akan air, dan keberadaan tanah sebagai pijakan kita mengapung berada di atas permukaan air

[4] Perahu yang di maksud adalah perahu pada zama dahulu yang masih terbuat dari kayu dan layar untuk mengendalikan angin sebagai kekuatan untuk menjalankannya

[5] Perahu merupakan alat transportasi utama pada zaman dahulu untuk melintas antar pulau yang digunakan untuk berdagang

[6] Dalam istilah umum jawa di sebut “sarang udan” (pawang hujan), memohon kepada Allah supaya hujan di turunkan di daerah tertentu saja, dan tidak hujan pada tempat satu yang lain. Hal ini biasanya di manfaatkan manusia saat ada acara besar yang tidak di harapkan datangnya hujan.

[7] Ada angin musiman, angin-angin perbatasan, serta angin panas dan dingin.

lihat : http://isyraq.wordpress.com/2008/07/29/hembusan-angin-dan-manfaatnya/

[8] http://mardiunj.blogspot.com/2010/02/teori-hujan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s